Monday, 13 December 2021

Another Hello, another Goodbye!

Meskipun ungkapan ini sering kali orang lain sampaikan dan sering kali aku tahu bahwa itu benar, namun tetap saja menjalaninya langsung selalu menjadi hal yang sangat menyakitkan. 


"Waktu berganti dan manusia berubah" tapi tahukah apa bagian yang paling menyakitkan dari perubahan kamu? aku yang tidak ada didalam perubahanmu. 


Aku terdiam hari ini, menghitung setiap kendaraan yang datang lalu pergi, tidak ada yang benar - benar aku pikirkan saat itu, selain kamu. Merelakan, seandainya merelakan seseorang adalah rumusan matematika, maka aku ingin mempelajarinya walau harus begadang berhari - hari agar aku tidak perlu lagi kesulitan jika dihadapkan dalam keadaan "kamu harus merelakannya" atau aku tidak perlu lagi melihat contekan rumusannya. 


Tapi sayangnya, seberapa seringnyapun aku mengetahui premis "pada akhirnya aku harus merelakannya" aku tidak pernah mahir dalam hal ini. Aku lagi - lagi harus kembali dalam ruangan itu, berada dalam ruangan yang terasa sesak, gelap dan pengap padahal aku tahu oksigen mengalir dengan lancar di udara, mungkin hanya kupu - kupu yang saatnya harus pergi dari dalam perutku yang membuatnya terasa sedikit berat, bukankah yang pertama selalu yang paling berat? Termasuk untuk hal ini, pertama kali melepaskan kamu. 


Aku tahu, akan ada saatnya kita saling menegur sapa dan berusaha saling melupakan setiap pelukan yang kita sama - sama pernah kita curi, namun pada akhirnya semua akan baik - baik saja kan? meskipun ada bagian yang tidak akan pernah bisa kembali. Pada akhirnya kita hanya akan saling melupakan. Dan semua akan baik - baik saja kan?



"it's really saddened when the first time I realized that I finally found my muse again is the time when I have to let him go"

  1. Takdir yang tak segaris

    Terpisahkan dengan ruang dan waktu mungkin..
    Tehanyut oleh aliran sungai airmata
    Apabila..

    Hujan,
    Pengharapan akan basah menyerap gelisah
    Sendu,
    Penatian menenun akan rindu

    Baginya kamu adalah taktir yang tak segaris

    Kamu menggariskan padanya kenangan dan rindu

    Yang dia tahu,
    Melangitkan doa bagimu dalam sepertiganya untukmu



    ReplyDelete

Start typing and press Enter to search