Sunday, 28 February 2021

Satu Dekade Pertama

 


Dear Lexi,


Tidak pernah terpikirkan akan melewati 1 dekade dengan kamu tetap menari-nari dipikiran aku. Bertahun - tahun aku mencari bagaimana merelakan kita hilang, berbagai cara sudah aku jalani, diantara itu semua tidak pernah ada yang berhasil, mungkin benar hal paling sulit untuk dilakukan adalah memaafkan diri sendiri. Bayangan akan kesalahan aku masih terus muncul, berbagai macam "seandainya" tidak pernah lelah untuk mendatangi aku, seandainya aku bisa lebih mengerti kamu, seandainya aku mau menunggu lebih lama, seandainya aku tidak melulu memikirkan diri sendiri, seandainya aku mengikuti hati aku untuk menjalani semuanya bersama kamu, mungkin kita bisa mencapai apa yang kita selalu usahakan dulu. Namun aku kembali teringat sesuatu, hal yang aku temui diantara perjaalanan usahaku untuk dapat merelakan kita, saat Allah berkata tidak, usaha sekeras apapun akan menemukan jalan perpisahan. Lalu aku kembali tersadar, mungkin dengan jalan yang sudah kita alami adalah jalan satu-satunya untuk kita tidak terlalu merasa tersakiti. 


Malam ini, entah kenapa hati aku membawaku kesini, diantara dunia yang dulu pernah aku sayangi, aku selalu menjadikan menulis sebagai terapiku Lex, walau aku tahu kamu tidak akan membaca ini, 10 tahun lalu aku masih sangat muda untuk dapat memutuskan sesuatu yah Lex. Dibulan ini, 10 tahun lalu kita masih sering ngobrol, bertemu untuk saling melepaskan rindu, kamu tahu? Aku selalu bahagia saat kita berbicara, walau itu harus mengorbankan jam tidur aku. Perjalanan hidup memang selalu diluar dugaan aku Lex. Aku pikir, aku tidak membutuhkan waktu selama ini untuk melupakanmu, nyatanya aku salah. Aku sempat bertanya-tanya apa ini memang cinta atau hanya obsesi? apa kamu mencintai aku sebesar cinta yang aku miliki untuk kamu? aku masih ingat bagaimana malam itu berlalu Lex, bagaimana hampanya hidup aku setelahnya, bagaimana aku melewati sebulan pertama dengan penuh air mata disetiap malam yang aku lewati, berharap kamu kembali, berharap aku hanya bermimpi. Namun aku harus kembali terbangun pada kenyataan mulai malam itu kamu tidak pernah ada lagi dalam hari - hari aku. 


Aku pernah berusaha membenci kamu agar aku dapat melewati segalanya, agar aku dapat melupakan kamu, namun nyatanya gagal, Kamu tahu Lex, teman kamu itu memberitahu aku ditahun keenam, dia bisa menyimpan pesan kamu selama itu yah katanya karena kamu mau aku tidak tahu, namun kamu tahu hal yang kemudian bisa membuat aku bisa mengenang kamu dengan lebih lega adalah itu Lex, hal yang tidak kamu inginkan aku tahu, it make me feel I am loved, aku juga pernah menyalahkan diri sendiri karena membuat kamu pergi dari hidup aku, yang kemudian berusaha aku sadari bahwa keputusan dulu adalah keputusan kita bersama, aku sakit, tapi aku tahu Lex, Tuhan tidak pernah membiarkan umatNya menanggung beban lebih berat daripada yang mereka sanggup jalani, maka aku tahu aku akan kuat menjalani ini. Kamu tahu Lex, aku selalu berusaha merasa tidak sedang menghianati kamu ketika aku sedang menjalin hubungan dengan laki-laki lain, ketika aku bisa mencintai mereka walau dengan cara yang berbeda, cara yang aku juga tidak terlalu menyukainya. Kamu tahu Lex, belakangan ini aku baru menyadari dan menerima bahwa Wulan yang dulu sudah mati, seiring dengan kepergian kamu, Wulan yang sanggup mencintai laki-laki dengan segala kegilaannya dulu, ia sudah mati. Tapi aku berusaha menerimanya Lex, aku mau menerima bahwa aku sanggup menerima kehilangan kamu, kehilangan terbesar yang pernah aku alami.


Kamu tahu Lex, kamu selalu ada di dalam setiap doa-doa yang aku panjatkan. Dalam setiap ketidaktahuan aku, dalam setiap kelemahan aku di dunia ini, aku tahu Lex doa-doa aku tidak akan pernah menghianati aku, ketikapun ia tidak dikabulkan di dunia ini, aku yakini bahwa aku masih dapat melihatnya di surga kelak.  Sampai saat ini, aku masih takut Lex, takut kalau kamu tidak pernah mencintai aku sebesar cinta yang aku miliki untuk kamu, takut bahwa sebenarnya kamu tidak seperti yang aku tahu tentang kamu, tapi aku lebih memilih untuk bersyukur atas semua yang terjadi, berterima kasih karena Tuhan telah mengijinkan aku untuk mencintai kamu, berterima kasih karena aku merasa dicintai (walau kadang dulu aku takut kamu tidak pernah benar-benar mencintai aku), walau kisah cinta kita bukan seperti pasangan yang ideal diluar sana, namun kehadiran kamu merupakan hal yang paling indah yang pernah aku alami Lex. Sampai saat ini aku masih terus belajar Lex, belajar untuk merelakan kamu, kita. Belajar untuk bersyukur dengan perasaan yang aku rasakan, belajar menerima bahwa jatah aku berjodoh dengan kamu mungkin hanya sebatas itu Lex. 


Sekarang aku berusaha untuk memeluk segalanya Lex, rasa sakit itu, rasa kehilangan, rasa hampa, aku berusaha berdamai dengan keadaan ini Lex. Aku berusaha berdamai dengan segala kesakitan akan kehilangan kamu Lex. Kehilangan memang tidak pernah mudah tapi apa yang mudah di dunia ini yah Lex? Mungkin untuk sebagian orang kehilangan seperti ini bukan merupakan masalah besar, tapi tidak untuk aku Lex. Orang bilang aku memiliki sebagian besar yang orang - orang inginkan, pekerjaan yang bagus, keuangan yang tidak jelek-jelek amat, kesehatan yang baik, tapi adakah rasa sedih dapat dibandingkan dengan yang lainnya Lex?


Semoga aku dapat merelakan segalanya yah Lex, kebodohan aku, kesalahan aku, kepedihan kehilangan kamu, kehilangan aku. Kamu tahu Lex, kamu dan segala kegilaan kamu itu bikin aku sulit untuk melupakan segalanya, iya aku tahu aku memang tidak pernah bisa melupakan sesuatu kecuali aku kehilangan ingatanku. Tapi semoga aku dapat merelakan kamu yah Lex, semoga aku bisa menemukan jodoh aku di dunia ini, jikapun tidak semoga aku bisa melewati dunia ini dan segala ujiannya dengan benar. Semoga kita bisa bertemu lagi yah Lex, walau tidak di dunia ini. Semoga kamu bahagia Lex, semoga kamu selalu dimudahkan dan dilapangkan segala urusan kamu Lex, di dunia ataupun di akhirat kelak. Aku tahu aku akan tetap mencintai kamu, meski dengan cara yang berbeda, karena wulan yang dulu akan selalu cinta sama Alexi aku yang dulu. 


Selamat satu dekade, Lex.

XOXO


 

Post a Comment

Start typing and press Enter to search