Sunday, 20 September 2020

Apa yang Sudah Corona Virus Renggut....



Hidup memang pada akhirnya hanya berisi dengan pertemuan dan perpisahan, namun ditengah - tengah itu semua, waktu yang dihabiskan bersama orang - orang yang telah kita temui dalam perjalanan hidup ini yang menjadikan waktu terasa sangat istimewa. Selayaknya sebuah perjalanan ada yang ingin terus bersama - sama, ada yang ingin berjalan sendiri, ada yang menemukan orang lain yang lebih cocok dengannya, atau ada yang tidak bisa melanjutkan perjalanan hidup, berpindah pada dimensi lain, melanjutkan perjalanannya ditempat lain, tempat yang semua manusia pasti akan alami juga, setidaknya itu yang saya imani. 

Bulan lalu, saya kehilangan dua orang teman. Satu karena positif Covid19 satunya karenya infeksi paru, sounds similar with the covid yah? Untuk saya sendiri, berita kematian semakin mengerikan. Ketakutan akan "giliran gue kapan" selalu datang tanpa aba-aba, tanpa basa basi dan tanpa perlu diundang. Saat itu, saat dimana saya melihat jenazah teman saya dimasukan kedalam lubang kubur, rasanya saya tidak tahu apa yang saya rasakan, ketakutan, kesedihan, kacau. Semua bercampur jadi satu, membuat saya hanya bisa menangis mengiringi gundukan tanah yang semanakin meninggi seiring tubuh teman saya yang semakin terbenam kedalam bumi ini. Ada perasaan puas karena telah mengantarkan kepergiannya menuju dimensi lain walau harus saya tukar dengan sebuah swab test di salah satu RS swasta dibilangan Jakarta Selatan.

Seiring dengan tanah yang menjadi lebih tinggi beberapa sentimeter dari sekitarnya, banyak pikiran yang datang bertubi -tubi pada otak saya yang mulai merasakan kebekuan karena air mata yang saya tak bisa bendung, iya sangat berlawanan dengan udara saat itu yang lumayan hangat, "selesai sudah yah mas rekon sama bank nya, gak pusing lagi nyari angka yang gak ketemu" Ada banyak penyesalan yang datang saat itu, menyesal karena belum sempat kirim kimchi yang pernah saya janjikan, menyesal karena tidak menulis pesan selamat menikah di sumba yang walaupun norak harusnya saya lakukan. 

Saya tahu dan saya yakini dengan sangat kematian bukan menjadikan seseorang hilang, ia hanya berpindah ke dimensi yang lain. Melanjutkan perjalanannya lebih dahulu, lebih cepat daripada saya, lebih cepat daripada teman -temannya yang masih hidup, yang masih berjuang untuk hidup. 

Kehilangan memang tidak pernah mudah, apalagi dengan orang yang menjadikan waktu yang kita lewati terasa begitu berarti. Saya masih ingat dengan jelas bagaimana teman saya itu membantu saya saat pertama - tama masuk kerja di Bidang yang sama sekali tidak saya kuasai, menjadikan pekerjaan saya lebih mudah karena bantuannya dan juga teman - teman yang lain, membuat jam - jam kritis menjadi lebih mudah dilewati dengan cemilan yang selalu tersedia di meja kerjanya. Siapa yang menyangka bahwa ia akan mendahului saya pergi, tapi bukankah nanti kita juga akan bertemu, setelah hari perhitungan, insya allah.

Corona virus ini mungkin hanya salah satu jalan untuk membuat orang yang kita cintai pergi, karena kematian tidak akan pernah bisa dicurangi, juga tidak bisa dibodohi, ia pasti akan datang disaat yang sudah ditentukan. 

Ketika saat untuk sayapun tiba akhirnya, semoga itu adalah momen terindah dalam perjalanan saya sebagai manusia, karena kematian adalah jalan kita bertemu dengan Sang Pencipta. Semoga nanti tidak terlalu sakit, tidak sempit, dan tidak gelap. Aamiin.


Post a comment

Start typing and press Enter to search