Friday, 29 March 2019

Jalan - Jalan Tanpa Tour Agent ke Jepang : Main Salju di Takayama dan Shirakawago Village (part 1)


Saya tidak pernah merencanakan untuk pergi pada musim dingin sebelumnya, karena saya tahu saya bukan orang yang tahan dengan udara dingin, tapi apalah daya jika semesta telah menakdirkan saya untuk melihat salju terlebih dahulu sebelum melihat daun maple saat musim gugur yang sudah saya dambakan sejak dulu.

Hari Keempat

Awalnya saya ingin menginap di Shirakawago, tapi karena memesan penginapan disana agak sangat repot jadi niatan saya harus pupus, namun belakangan saya malah bersyukur karenanya. Dari hasil browsing sana sini saya menyimpulkan bahwa jika memang berniat untuk datang pada saat winter ke Shirakawago sebaiknya datang pada saat light-up event disana, mereka akan mengadakan event beberapa kali pada winter, namun sayang saya telat melihat informasi ini. Saya mulai browsing tentang Shirakawago light up event pada bulan september dan sekitar bulan agustus akhir pendaftaran sudah ditutup. Untuk informasi lengkap tentang event di Shirakawago kalian bisa kunjungi web ini.  Saya datang di Takayama sekitar jam 9 malam, oiya saya memilih Takayama sebagai tempat menginap karena Takayama adalah tempat terdekat dari Shirakawago, saat itu hujan salju sangat deras jadi bis yang saya naiki berjalan dengan sangat pelan. Sebelum menuju hotel, kami sempatkan untuk membeli makanan yang akan dimasak di penginapan, saya menginap di relax hostel Takayama, hostel ini sungguh sangat nyaman, dekat dengan terminal bis, sangat bersih, dapurnya cukup luas dan nyaman, dan yang terpenting harganya yang sangat terjangkau. Saya benar - benar menyarankan untuk menginap disana karena tempatnya yang dekat kemana-mana, walau memang Takayama tidak terlalu besar juga. Paginya saya pergi menuju Shirakawago menggunakan bis, oiya pesan bis ke Shirakawago juga harus diperhatikan yah apalagi kalau lagi musim - musim terbaiknya, biasanya selalu penuh dan dipastikan juga tiket pergi dan pulang tersedia, jangan sampai bisa pergi gak bisa pulang begitu juga sebaliknya. To sum it up, Shirakawago pada saat winter ini memang high demand jadi pastikan semua direservasi dengan baik dan jangan mepet. 

Trus pertanyaan yang paling penting adalah KITA NGAPAIN AJA DI SHIRAKAWAGO??? jawaban saya tentu saja, jalan - jalan aja, liatan pemandangan, main salju, jajan - jajan. Yah kalau kalian mau silahkan main kartu sambil duduk - duduk manis disepanjang jalan yang disediakan. Buat saya sang anak tropis yang baru pertama kali liat salju, hamparan salju ini sangat menyenangka dan tidak bikin bosan, kami main lempar-lemparan salju seperti difilm - film. Kalau dipikir - pikir memang agak bosan sih, tapi saat saya disana sama sekali gak bikin bosan, mungkin karena travelling partner saya juga menyenangkan yah.
Di Shirakawago ini memang tersedia bis untuk mengelilingi desa, namun saya tidak menggunakannya karena desanya yang tidak terlalu besar jadi masih bisa terjangkau dengan kaki, lagipula saya sampai di Shirakawago sekitar jam 10 pagi dan bis ke Takayama sekitar jam 5 sore jadi saya memiliki banyak waktu untuk mengeksplor tempat ini. Untuk bisa melihat keseluruhan desa Shirakawago kita harus menuju observation deck, letaknya ada dibagian atas dari desa ini, jika menuju kesini hati - hati dengan jalanan yang licin, sebaiknya gunakan sepatu yang khusus untuk dijalanan bersalju.
jalan menuju observation deck




Disepanjang jalanan Shirakawago banyak sekali yang menjual jajanan khas Shirakawago, favorit saya adalah Hida Beef. Sebenarnya hida beef ini mirip daging sate, namun hanya dibumbui merica dan garam yang membuatnya terasa special adalah dagingnya yang bisa tetap lembut dan juicy walau dipotong dengan ukuran yang lumayan tebal, karena tidak dibumbui macam - macam saya pikir makanan ini cukup aman untuk dikonsumsi jadi saya berani untuk mencobanya.
ini dia Hida beef
Untuk makan siang kalau mau hemat dan agak sesuai dengan selera bisa membawa bekal sendiri atau bisa juga sih hida beef ini dimakan dengan menggunakan nasi dan makan dikursi - kursi kayu yang biasanya ada dipinggir jalan. Namun saya memilih untuk menikmati makan siang di Sato restoran. Untuk saya sih makanan ini lumayan enak, tapi untuk teman saya dia kurang menyukai set menu disini. Makanan di set menu memang tidak ada daging, karena alasan itu pula saya berani untuk makan disni, oiya kalau kalian tidak bisa makan makanan tertentu seperti saya, baiknya bisa ditanyakan terlebih dahulu sebelum membeli, mereka cukup terbuka ko untuk memberitahu, kalau saya, saya selalu bilang tidak makan daging babi dan olahannya juga soyu dan alkohol/mirin, walau ada beberapa soyu yang halal namun itu sangat jarang digunakan diresep makanan jepang kecuali memang untuk makanan yang telah memiliki sertifikat halal. Harga set menu ini sekitar 1.200 yen kalau saya tidak salah.
ini set menu yang saya makan
makan esgrim saat dingin enak juga, dijamin gak akan meleleh eskrimnya

Selain pedagang makanan, pedagang souvenir juga ikut meramaikan Shirakawago. Souvenir disini lucu - lucu dan tentu saja ada beberapa souvenir yang memang hanya bisa ditemukan di Shirakawago, jadi buat kalian yang gemar mengumpulkan barang - barang unik mampir di toko souvenir memang akan sangat menyenangkan, namun saya sarankan jangan membeli banyak souvenir disatu tempat karena penjual souvenir jumlahnya sangat banyak dan makin kedalam makin unik - unik barang yang dijual. 
tempat penjual souvenir
Nah, jadi itu sih kira - kira apa yang bisa dilakukan di Shirakawago jika memilih untuk tidak menginap di penginapan yang ada di Shirakawago. Semoga tulisan ini cukup membantu untuk memberikan ide jika ingin ke Shirakawago. 
Mengingat tulisan yang sudah lumayan panjang, saya pisahkan wisata saya ke Takayama ropeaway. Semoga saya bisa menyelesaikannya tidak terlalu lama. Bubyeeee......!!!

Post a comment

Start typing and press Enter to search