Thursday, 28 March 2019

Jalan - Jalan ke Jepang tanpa Tour Agent : Winter Trip Tokyo dan sekitarnya.

Hallo Guys!!
Akhirnya setelah beberapa bulan membiarkan blog ini seperti disarangi laba-laba, saya bisa juga nulis lagi di blog ini. Kali ini saya mau nulis tentang perjalanan saya ke Jepang. Setelah beberapa tahun ada terus di wishlist saya, akhirnya semesta mengizinkan Jepang pindah tempat ke daftar tempat yang sudah saya kunjungi. saya pergi menggunakan pesawat Singapore Airlines harganya saat itu 6juta rupiah, bukan harga yang tergolong murah sih untuk harga tiket di pameran travel, tapi karena pengen banget naik SQ ini jadi yasudah rela - rela aja dan ternyata pilihan saya tidak salah, service dan pesawatnya keterlaluan bikin saya nyaman. 

Hari Pertama

Saya sampai di Bandara Narita, begitu tiba di bandara teman saya yang sudah pernah ke Tokyo sebelumnya langsung menarik untuk membeli Tokyo subway pass, karena kami tidak memasukan tempat yang agak jauh dari Tokyo jadi kami putuskan tidak membeli JR Pass, saya sudah membandingkan harga tiket dengan membeli JR atau tidak di web ini silahkan menuju situsnya untuk tahu perbandingan harga mending beli JR pas atau tidak. Saya membeli Tokyo Subway Pass untuk 72 jam. Kartu pass itu tidak langsung kami gunakan, karena untuk menuju pusat kota kami membutuhkan tiket tersendiri yang tidak dicover oleh Tokyo Subway Pass, kami juga membeli kartu Pasmo untuk kartu kereta di Osaka dan juga saat naik kereta di Kawaguci Lake. Setelah urusan perkartuan selesai, tempat pertama yang kami tuju adalahhhhhh..... Tempat makan Ramen di Honolu. Iya, karena perjalanan jauh perut kami semua lapar belum lagi salju yang turun deras saat kami sampai di Tokyo. Untuk rasa ramen di Honolu ini sebenarnya biasa saja, saya lebih suka makan ramen di Ayam-ya, persamaan Honolu dan Ayam-ya adalah restorannya emang sangat sempit, tapi kalau harus membandingkan makan ramen di Honolu dan Ayam-ya saya lebih suka makan di Ayam-ya. Honolu rasanya biasa saja, tapi layak dicoba untuk orang yang tidak bisa memakan makanan non halal. Hari pertama saya hanya jalan - jalan keliling kota, tidak banyak yang dilakukan. Kegiatan Favorit saya adalah mengunjungi drugstore untuk membeli skincare yang bermacam-macam itu. Malam harinya saya makan di Gyukatsu Motomura yang terkenal enak dan lumayan murah, dengan antrian tepat selama satu jam. Untuk postingan makanan di restoran sepertinya saya akan bahas secara terpisah saja yah, daripada postingan saya ini terlalu panjang


ini penampakan ramen yang didapat dengan perjuangan jalan kaki sambil geret2 koper ditengah hujan salju dengan pakaian yang unproper


Hari Kedua

Hari kedua seharian saya main di area Kawaguchi. Sebenarnya saya tidak tahu pasti ada apa disana selain mau lihat Fuji san dari dekat. Saya sudah memesan tiket bis menuju Kawaguchi pergi dan pulang sebelum saya berangkat ke Jepang karena saya tidak terlalu tahu ada apa disana selain danau dan gunung Fuji, saya agak gambling juga sih mau melakukan apa disana, yah minimal bisa leha - leha lah, tapi ternyata pas saya tiba disana teman saya ingat salah satu postingan selebgram yang pergi ke Chureito tample saat ke daerah Kawaguchi. Jadi berbekal pengetahuan dari mesin pencarian kesayangan jutaan umat manusia, kami tahu bahwa untuk sampai ke Chureito saya hanya perlu naik kreta dari Stasiun di Kawaguchi. Beruntungnya kami, kami masih sempat naik kereta ke Chureito karena beberapa menit setelah saya memasuki kereta, keretanya pergi. Oiya tiket keretanya bisa dibayar menggunakan kartu pasmo. Dari stasiun kereta kita harus berjalan kaki menuju tempat temple berada, jangan khawatir nyasar karena sepanjang jalan sudah diberikan petunjuk jalan dengan sangat jelas, selain ini tentu saja kita bisa menggunakan google maps. Oiya, jangan lupa yah lihat juga jadwal kereta untuk kembali ke Kawaguchi agar tidak telat dengan jadwal bis untuk kembali ketujuan yang telah ditentukan.

Thomas in real life!!!

ini interior kereta menuju Chureito temple sungguh gemasshhh!!!

untuk menuju temple nya memang harus sedikit menanjak tapi gak terlalu jauh ko


Untuk makan siang, saya membeli onigiri dan beberapa roti dari Lawson, selain lebih murah cara ini memang cara yang paling efektif untuk menghemat, baik waktu maupun uang tentunya. Diarea Kawaguchi ini saya tidak ingat ada banyak restoran, tapi ada aja sih yang jual makanan seperti ramen, tapi karena saya tahu akan sulit menemukan ramen yang halal jadi saya tidak terlalu memperhatikan restoran yang ada disana. 




suasana sekitar Kawaguchi


Strawberry nya manis!
Karena saya tidak terlalu lama menghabiskan waktu di Chureito Temple jadi masih ada sedikit waktu untuk mengelilingi daerah Kawaguchi, akhirnya saya beli juga strawberry yang sexy - sexy itu, harga perkotak sekitar 500 Yen, tapi kalau kalian penikmat buah saya rasa tidak akan menyesal, karena strawberry nya manis dan besar - besar. Saya juga berkunjung ke kedai kopi yang ada disana, tapi saya membeli matcha latte, dan untuk penikmat matcha pasti kalian akan sangat senang berada disini karena rasa matcha nya tidak ada yang tidak enak.
Malam harinya saya sampai di Tokyo, dan saya menyempatkan untuk mampir ke Tokyo Tower, buat saya sih tidak terlalu istimewa melihat Tower ini karena saya memang bukan penggila landmark di suatu daerah, jadi saya hanya berbelanja souvenir, foto - foto sebentar, lalu pulang.

Hari Ketiga

Di hari ini kegiatan saya memang tidak terlalu padat, kami hanya ingin berkeliling Tokyo dan sedikit berbelanja karena sore harinya saya akan menuju Takayama. Dihari ini saya pergi mengunjungi Ueno Park yang terkenal itu, setelah sebelumnya menyimpan koper di stasiun Shinjuku, karena February termasuk late winter jadi sudah ada sakura yang bermekaran walau tidak banyak dan saat itu juga salju turun, meski tidak banyak


Untuk yang suka jalan - jalan santai menikmati suasana baru, taman - taman ini rasanya tempat yang cocok, seandainya di Indonesia ada taman seluas ini yang bisa masuk tanpa dipunguti bayaran, seru kali yahh jalan-jalan seperti ini. Di Ueno Park ini lumayan banyak street food yang menjual jajanan khas Jepang, jadi lumayan banget untuk pengganti makan siang, makan di taman begini emang gak bikin bosan, apalagi teman - teman jalan saya juga bukan orang yang terlalu strict terhadap jadwal di itinerary.

akhirnya lihat sakura juga walau belum mekar sempurna.


Untuk kalian yang suka mengunjungi kuil - kuil selama di Jepang, rasanya kuil yang ada di Ueno Park ini sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan tanya bagaimana bisa sampai kesana, karena saya sendiri juga lupa hehehheee.


Di area depan kuil ini ada beberapa tempat untuk para pengunjung yang ingin menuliskan harapan mereka, bentuknya ada yang dari papan atau dari kertas - kertas, saya sendiri tidak tahu apa ada bayaran untuk dapat menggantungkan harapan yang ditulis disana, tapi ada seorang penjaga yang menyediakan media untuk tempat menuliskan harapan.

ini yang berbentuk papan

yang ini harapan - harapan yang ditulis dikertas.

Setelah puas mengelilingi Ueno Park saya pergi menuju Asakusa, sebenarnya saya tidak tahu persis ada apa disana, itulah untungnya pergi dengan beberapa teman, kita bisa saling mengisi itinerary, tujuan utama sebenarnya adalah melihat temple tapi lagi - lagi, karena saya bukan orang yang suka melihat kuil - kuil ingatan saya yang paling tajam tentang tempat ini justru kepadatannya yang mengalahkan pusat jualan takjil di Benhil menjelang jam buka puasa, ramai gak ada obatnya sodara - sodara, karena sepanjang jalan banyak sekali pedagang, mulai dari penjual souvenir sampai penjual jajanan Jepang, yang mau menghabiskan Yen rasanya gak akan bosan jalan - jalan disini.

Untuk hari - hari selanjutnya saya akan tulis dalam postingan yang berbeda kali yah, supaya tidak terlalu panjang. Oiya, karena hal yang menarik dari trip saya ini adalah mengunjungi Shirakawago, jadi mungkin daerah Takayama - Shirawakago akan saya tulis khusus. Sampai ketemu ditulisan selanjutnya yahh... dadaahhh...

Post a comment

Start typing and press Enter to search