Wednesday, 5 September 2018

Menunggu dan Ditunggu


Tidak ada yang pernah benar - benar ingin menunggu. Sebagian menghabiskan waktu dengan mengalihkan pikiran mereka, yang lain meratapi yang ditunggu dan mungkin seseorang menghabiskan malam - malam penuh air mata dalam balutan doa. Tidak pernah ada yang rela untuk menunggu, namun banyak yang bertahan dalam penantian. Berharap hal yang ditunggu akan datang menghampiri. Walau yang lain harus menelan pahit kenyaatan bahwa ia harus menerima penantiannya hanya sebatas angan yang tidak pernah bertemu dengan realita. Sementara banyak orang berhasil bertemu dengan hal yang dinantikan dan merayakannya dalam air mata bahagia.

Tidak ada yang benar - benar ingin membuat orang yang ia cintai terlalu lama munggu, namun yang banyak yang merasa perlu untuk mendapatkan waktu yang tepat, sedangkan yang lainnya masih perlu mengejar angan untuk dapat bersama dengan yang mereka impikan, dan seseorang mungkin berjanji akan kembali setelah perjuangan keras agar waktu mau memberikan sedikit kesempatan padanya. Ada yang akhirnya mengakhiri perjuangan dengan pelukan hangat orang terkasih, sementara yang lain mungkin harus berpelukan dengan takdir yang akhirnya tidak merestui keinginan. 

Tidak pernah ada yang ingin mengingkari janji terhadap orang yang terpenting. Tapi hidup selalu mengajarkan banyak hal, bukan hanya hitam dan putih, bukan melulu tentang bahagia dan sedih, tidak selalu tentang impian yang jadi kenyataan. Ada rasa yang mungkin tidak terdefinisi, bahagia namun hampa. Sedih tapi tegar. Bukan hidup namanya jika tanpa proses, termasuk menerima setiap keputusan orang lain untuk tidak membuat yang lain menunggu terlalu lama. Walau mungkin ada yang rela menghabiskan waktu untuk menunggu waktu berbaik hati pada mereka, namun pada akhirnya setiap orang harus menerima jalan yang telah mereka pilih. Termasuk menerima kenyataan untuk hanya bertukar cerita tanpa pernah bisa berkomunikasi.

Ada banyak pertanyaan yang tidak bisa selalu bertemu jawaban. Ia hanya butuh dipahami untuk dapat diterima, memahami hidup memang seperti ini. Jikapun itu memang kamu, dan memang cara ini yang kamu inginkan, maka berilah sedikit petunjuk dan aku akan baik - baik saja, selalu. Aku akan kembali melanjutkan hidup. Selain Saat dimana aku  mengingatmu Aku selalu baik - baik saja dan melanjutkan hidup dengan baik. Walau sampai sekarang selalu ada seandainya setiap kali mengingatmu, tapi aku kembali belajar untuk memahami bahwa ada banyak pertanyaan yang memang tidak bisa kita dapatkan jawabannya di dunia. mengikhlaskan memang sulit, tapi itu satu - satunya pilihan yang aku miliki kan? Seandainya dulu kamu tahu bahwa hidup bersama kamu memang tidak mudah, namun hidup tanpa kamu jauh sangat berat, apa kamu masih mau memilih jalan yang kamu ambil kini?

Aku baik - baik saja, setidaknya dari hasil sisa kenangan yang kita miliki aku masih sanggup baik - baik saja. Akan ada cinta yang lain, meski mungkin tidak akan semenarik bersama kamu, akan ada laki - laki lain yang akan menggenggam erat tangan aku meski mungkin tidak sehangat tanganmu, akan ada panggilan sayang yang lain, meski mungkin tidak akan se-memorable milik kita.

Selamat menjalani duniamu, walau pilihanmu untuk tidak kembali sangat menyakitkan tapi aku selalu akan mencoba memahami bahwa ini memang yang kamu anggap terbaik untuk aku, seperti yang selalu kamu inginkan dulu, membuat aku bahagia. 

Post a comment

Start typing and press Enter to search