Tuesday, 7 August 2018

Untuk Sebuah Pesan

Gue percaya setiap pertemuan pasti selalu ada makna dibaliknya. Entah membuat gue lebih kuat atau menjadikan gue manusia yang lebih peka dan kali ini gue mau bercerita tentang seorang manusia yang datang walau singkat tapi banyak membuat perubahan dalam hidup gue. 

Bertahun - tahun gue terus bergumul dengan masa lalu yang ingin selalu gue ingat, hari demi hari yang gue habiskan cuma untuk membuat kenangan itu makin kuat, gue ini pelupa, dan karena gue tahu bahwa gue pelupa dan kengan itu tidak ingin gue lupakan maka yang selalu gue lakukan adalah memberinya pupuk agar ia tidak pernah mati dalam ingatan gue, namun disaat yang bersamaan gue harus hidup selayaknya manusia normal pada umumnya, maka mulailah gue menyalahkan keadaan, menyalahkan diri sendiri dan saat gue sudah puas gue menyalahkan orang itu, orang yang tidak pernah ingin gue lupakan tapi waktu yang cuma gak mengizinkan kami bertemu lebih lama. 
Bertahun gue hidup dalam ketegaran yang gue bangun dari menyalahkan dia yang tidak cukup berjuang untuk kami, bertahun itu pula gue selalu mendatangi kembali kenangan itu agar tetap terpelihara diingatan gue. 

Kemudian datang satu orang, dengan kecepatan yang tinggi datang begitu saja mengacaukan gue yang sedang tenang bersemedi di goa kesendirian gue, cintakah gue saat itu? entah, rasanya gue belum siap untuk lepaskan kenangan gue dan saat yang bersamaan gue gak sanggup untuk bersamanya sedang gue masih menangisi laki-laki lain yang tidak pernah bisa gue gapai. Nyaman? mungkin iya, dan jahatnya gue, gue seakan mempermainkannya dalam kegamangan hidup gue, sampai satu titik gue sadar bahwa gue harus pergi darinya. Gue menghilang, mengacuhkan segala pesan darinya. Sampai pada satu titik gue tidak bisa menghubunginya kembali setelah satu sambungan telpon yang baru gue sadari beberapa minggu kemudian bahwa itu mungkin adalah ucapan selamat tinggal darinya. 

Perasaan gue saat itu campur aduk, tapi gue tahu bahwa lebih banyak senang disana. Senang akhirnya dia bisa bersama wanita yang mungkin bisa mencintainya dengan benar, bukan dengan gue. Dan mungkin dia salah satu katalis dihidup gue, karenanya ada beberapa hal yang bisa membuat gue menerima segala luka gue dan mengganggapnya dari hidup yang hanya bisa gue ikhlaskan, bukan untuk dipertanyakan kenapa ini terjadi. Karenanya gue berhenti menyalahkan lelaki itu yang gue kira tidak cukup usaha untuk menyatukan keinginan kami, yang diikuti dengan gue berani memanggil dia dengan sebutan gue dulu, tanpa ada perasaan sakit yang menghampiri. Gue tidak lagi menyebutnya dengan nama belakangnya saat membicarakan dia dengan teman gue, tidak sesakit dulu dan mungkin darinya gue tahu bagaimana dicintai dengan tulus, gue belajar untuk menghargai setiap usaha orang lain. 

meskipun kecil kemungkinannya dia baca ini tapi seandainya dia baca ini gue selalu pengen mengucapkan selamat, dari pertama kali gue melihat foto itu gue selalu ingin mengucapkan ini, tapi sayang gue gak pernah punya keberanian. Selamat, akhirnya pencarian kamu berakhir, I know you are such a good person and you deserve to be with a woman who loves you unconditionally. Selamat. 

Post a comment

Start typing and press Enter to search