Tuesday, 17 July 2018

Membuat Visa Shcengen Melalui Belanda

Yeeyyy akhirnya setelah nunggu lebih dari 6 bulan datang juga waktunya buat saya untuk apply visa schengen. Gak, gak salah hitung ko, saya memang beli tiket promo di GATF untuk ke Belanda, GATF sekitar bulan September dan tiket yang saya punya untuk bulan Agustus. agak deg-degan juga sih takut terjadi apa-apa karena waktu yang terlalu jauh dari beli tiket dan jadwal terbang, tapi the power of yaudahlah jalanin aja yang membuat saya nekat membeli 2 lembar tiket PP seharga 9,3juta rupiah itu. Sebelum saya beli tiket saya sempat blog walking ke beberapa blog orang (yaiyalah kalau ke vlog namanya vlog walking hahahaa) rata-rata (saya ingat malah semuanya, tapi saya tidak bisa mengandalkan ingatan saya yang lemah ini) mereka yang mengajukan visa melalu kedutaan Belanda persentase diterimanya besar, jadi yahh berbekal rasa percaya diri yang besar saya nekat juga beli tiker di sana.


Kalau kalian cari panduan untuk membuat visa schengen pasti banyak banget yang sudah menuliskannya salah satunya ada disini walau Mas Arif (mas arif banget, berasa sok akrab) membuat visa shcengen melalui Belanda sebelum ditangani oleh VFS namun formulirnya dan dokumen pendukungnya relatif sama ko, nah kalau kalian masih bingung dengan dokumen - dokumen yang harus dilengkapi bisa langsung hubungi pihak VFS melalui telp supaya informasi yang didapat juga lebih akurat. Kalau dari pengalaman saya sih telp selalu diangkat kalau saya menelpon dibawah jam 12 siang.



Sebenarnya membeli tiket pesawat sebelum visa approved itu emang gambling banget sih, makanya pas beli tiket itu saya sudah "relakan" 9 juta hilang kalau - kalau visa ditolak. Tapi beberapa cara bisa dilakukan ko untuk mencetak tiket dummy, bisa ke agent tour atau hasil dari browsing saya sih bisa pesan ticket dummy di web thai airways di blog ini tapi saya tidak tau pasti apa ini akan berhasil atau tidak karena saya belum membuktikannya sendiri.



Yang bikin saya agak deg-degan ditolak sebenarnya adalah pengalaman traveling ke luar negeri saya yang minim, yap! saya lebih suka traveling ke Indonesia yang gak perlu pake passport, gak harus lost in translation, dengan pemandangan pantai yang megah disiang hari dan taburan bintang dimalam hari. Saya hanya pernah ke Singapura 2x dan ke Mekah 1x itupun ada di passport lama saya jadi saya ganti passport tahun lalu dan masih kosong melompong bagian cap visanya. Sebenarnya memang cita - cita saya traveling long haul saya yang pertama itu ke Eropa, alhamdulillah... sebentar lagi kejadian, semoga sih gak ada masalah sampai keberangkatan nanti.



Waktu mengurus visa di kantor VFS HP harus dimatikan dan itu diliat langsung sama petugas. Jadi gak bisa instastory sambil nunggu antrian Belanda yang udah kayak pasar dibandingin dengan negara lain, karena katanya sih Belanda ini paling sedikit menolak pengajuan visa dari Indonesia, mungkin ini politik balas jasa karena 3,5 abad menjajah Indonesia. Setelah 5 hari penantian yang penuh dengan kekhawatiran akhirnya datang juga SMS dari VFS yang berisikan kalau visa saya sudah dapat diambil di kantor VFS Global Jakarta.


Besoknya saya langsung ke VFS Global di Kuningan City, dengan hati berdebar - debar saya buka passport saya dan ternyataa...... yeeeeeeeyyyyy kertas putih!!! My visa has been granted!!!

duh!! pipi besar banget sih


Oiya, untuk bagian endorse name nya diisi, nanti nama yang akan tercetak di visa sesuai dengan nama yang ada di halaman endorse name. Untuk tiket penerbangan sih, Oiya, untuk bagian endorse name nya diisi, nanti nama yang akan tercetak di visa sesuai dengan nama yang ada di halaman endorse name. Untuk tiket penerbangan sih, saya sudah tanya ke pihak Garuda tidak ada masalah dan saya juga sudah e-mail ke Air France (untuk penerbangan dari Paris ke Milan) mengenai hal tersebut dan mereka sampaikan tidak ada masalah selama nama ditiket sesuai dengan nama di first page passport. Yah semoga saja tidak ada masalah ketika saya kesana nanti.

Post a comment

Start typing and press Enter to search