Sunday, 15 October 2017

Perjalanan Ke Air Terjun Tanggedu (Jalan - jalan ke Sumba part 2)


Ada banyak pantai yang telah saya datangi, semuanya memukai dengan keindahan mereka masing - masing, walaupun ada banyak pesona indonesia selain pantai namun saya tidak pernah menyangka sebelumnya akan ada air terjun dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Sebenarnya saya belum terlalu banyak mengunjungi air terjun yang ada di pelosok - pelosok Indonesia. Sampai saya di Sumba ada dua air terjun yang saya datangi Lapoppu dan Tanggedu, tapi untuk postingan kali ini saya hanya akan membahas tentang Tanggedu. 


Untuk menuju air terjun Tanggedu medan yang harus dilalui memang tidak mudah. Pertama saya harus menyebrangi sungai dan tracking dengan tanah yang penuh kerikil dan pasir, itu membuat pijakan kaki kadang tidak stabil, sebaiknya gunakan sandal gunung jika ingin ke Tanggedu, lupakan saja wedges atau high heels kesayangan. Setelah beberapa meter menaiki tebing saya menuju hamparan sabana yang luas penuh dengan ilalang kering yang tersusun rapih dengan pohon - pohon sebagian besar sudah mengering, saat kesana memang sedang musim kemarau jadi sebagian besar pemandangan yang terlihat adalah daun - daun kering yang berjajaran rapih buat saya ini mengagumkan, seperti ada di pedalaman afrika (saya belum pernah ke Afrika sih sebenarnya). 


panjang sabana yang harus saya lalui untuk sampai ke track selanjutnya mungkin kira - kira sepanjang 1,5km, saya tidak mengukur juga sih tadinya mau pakai aplikasi nike run tapi tidak ada sinyal sama sekali disini, jadi lupakan live instagram disini, gak akan bisa :D selama perjalanan saya tidak pernah merasa bosan, karena hamparan pemandangan yang membuat saya berkali - kali selalu bilang "gilaaakk gini bagus bgt, ada tempat sebagus ini di Indonesia" dan sempat tidak percaya dengan apa yang saya lihat sebenarnya, it feels surreal but it's real!! oiya, karena tidak ada warung di sini maka sebaiknya sediakan  perbekalan yaahh jangan sampe kehausan dan kelaparan. 

pohon jomblo
Setelah dihibur dengan pemandangan sabana yang menakjubkan, saya kembali harus melalui medan yang berat, lebih berat dari yang pertama saya lalui, saya harus menuruni tebing yang curam, hanya ada tambang yang dijadikan tempat untuk berpegangan, namun sesuatu yang sulit dicapai pasti akan memberikan hasil yang sangat indah kan? begitu juga disini, setelah selesai menuruni tebing saya menemukan tempat yang saya tuju. Yeeeeaaayyyyyy.... Tanggedu Waterfall


Hal pertama yang ingin saya lakukan setelah sampai disini adalahhhh...... live instagram ahahahhahaa tidak, tidak sama sekali, saya dan (sepertinya juga) teman - teman saya yang lain pasti melupakan instagram dan segala bentuk medsos lainnya disini, gak percaya? coba aja datang kesini, hal pertama yang saya pikirkan adalah ayoookkk kita makan !!! Iya, butuh perjuangan yang melelahkan untuk sampai sini dan makan adalah satu - satunya cara untuk merayakan keberhasilan kami semua. 

dua orang tour guide saya


Kalau makan disini jangan lupa yah sampah - sampahnya dibawa naik lagi, air terjun ini masih sangat bersih, jadi jangan membuang apapun walau hanya sekantong plastik ciki atau sebotol air kemasan, oiya botol kemasan yang sudah kosong bisa diisi air disini untuk nanti minum walaupun air disini tidak terlalu baik untuk diminum karena mengandung kapur tapi saat kemarin saya kesini saya sempat minum seteguk dua teguk, gak masalah kalau sedikit kan, karena saat perjalanan pulang udara menjadi lebih panas. 



Kalau mau berenang di sini, sebaiknya bawa pakaian ganti agar pada saat perjalanan pulang baju yang dikenakan tidak basah, tapi jangan khawatir jika tidak membawa pakaian ganti atau tidak bisa ganti di air terjun ini karena udara yang panas membuat baju yang basah akan cepat kering ko. 


Perjalan pulang bagi saya agak sedikit lebih berat jika dibandingkan dengan perjalanan menuju tanggedu, karena saya harus menuruni tebing yang berpasir dan penuh kerikil, untuk beberapa medan saya bahkan harus duduk dan perlahan jalan menggunakan pantat (baca : ngesot) saking licinnya jalanan yang saya lalui.



So, gimana? tertarik untuk ke Tanggedu? atau malah menyerah karena takut? kalau saya sama sekali tidak menyesal, selagi kaki masih kuat tidak ada salahnya mencoba perjalanan yang melelahkan karena nanti saat tua kalaupun masih memiliki dana dan waktu untuk traveling pasti hanya sekedar duduk - duduk dan melihat keindahan dari balkon atau teras kamar. Oiya untuk perjalanan saya ke Sumba, saya menggunakan saja dari @toursumba (silahkan difollow twitternya yah) untuk pelayanannya saya suka dan akan saya buat review-nya dalam postingan tersendiri. 
  1. Baru mau nulis jadi blogwalking cari-cari referensi yang udah nulis tentang air terjun Tanggedu dan sampailah kesini.. Salam kenal

    ReplyDelete

Start typing and press Enter to search