Wednesday, 27 September 2017


Dalam satu malam panjang, aku pernah berangan bahwa hidup mau berbaik hati kepadaku dengan mengembalikan kamu lagi kedalam hari - hari aku, mengembalikan kita dalam definisi aku dan kamu. Waktu berjalan namun nampaknya hidup tidak selalu memberikan apa yang Kita inginkan ataukah Tuhan ingin aku merayunya lebih lama?
Bagaimana caranya melupakanmu jika aku masih dapat mengingat dengan jelas setiap kata yang keluar dari mulutmu? Atau bagaimana cara kamu merajuk hingga Aku terbujuk untuk bersedia menerima uluran tanganmu, duk.

Dalam malam panjang Aku selalu berpikir tentang arti sebuah takdir. Mungkin saja Aku memang harus menerima bahwa kita ditakdirkan saling mencintai, cinta yang sangat besar, namun tidak pernah ditakdirkan untuk bersama. Melepaskan kamu perlahan ke langit yang selalu menjadi tempat favorit aku dan kamu, kepada senja yang selalu kita nikmati berdua, mungkin saja itu adalah cara terbaik agar cinta yang kita miliki menjadi lebih abadi. Mungkin tempatmu memang dilangit sedang aku harus menapaki bumi. Tapi bolehkah aku memohon untuk bisa terbang melayang denganmu walau hanya sekali? Merasakan kembali lembayung yang Pernah Kita impikan untuk bisa Kita  nikmati bersama, selamanya.

Dalam malam panjang setelah senja yang kini aku benci, aku ingin membenci kamu dan melupakan kita, namun sanggupkah aku lakukan jika saat ini saja aku selalu merasakan sesak setiap kali nama kamu aku sebut, kenangan-kenangan itu terlalu banyak datang hingga Aku kehabisan ruang untuk bernapas.

Aku ingin bisa menerima kamu dan keputusanmu untuk menanggung beban kita dalam bahumu sendiri. Aku ingin menerima bahwa semua memang harus berakhir seperti ini agar aku tidak terlalu tersakiti. Aku ingin menerima bahwa takdir ini adalah yang terbaik untuk kita. Aku ingin menerima bahwa jatah kita di dunia ini memang tidak banyak. Aku ingin menerima semua itu seperti Aku dulu pernah menerima kamu dan berjalan bersamamu walau waktu tidak mengizinkannya Lebih lama.

Selamat jalan ke langit, semoga nanti kita menyusuri kembali langit yang sama, walau di dimensi yang berbeda. Selamat jalan ke langit, sampai kita bertemu lagi....




Post a comment

Start typing and press Enter to search